Latihan ‘Brutal’ Tottenham Bersama Antonio Conte Di Korea Selatan

PialaNews – Tottenham menjalani sesi latihan yang sangat keras pada pramusim 2022/2023 ini. Bahkan, program latihan yang disusun manajer Antonio Conte membuat pemain seperti Harry Kane dan Son Heung-min tumbang.

Tottenham saat ini menjalani sesi pramusim di Korea Selatan. Pada hari Senin (12/7/2022) waktu setempat, The Lily White menjalani sesi latihan di Stadion Seoul World Cup. Latihan berjalan sangat keras.

Selain berlatih, Tottenham juga akan memainkan beberapa laga uji coba. Pada hari Rabu (13/7/2022) pukul 18.00 petang WIB, Tottenham akan berjumpa K-League XI. Setelah itu, mereka akan berjumpa Sevilla.

Pramusim Tottenham mendapat perhatian secara luas. Bukan hanya karena Son yang pulang ke Korea Selatan atau para pemain baru, tetapi juga metode latihannya

Latihan Brutal Ala Antonio Conte

Tottenham akan berlaga di ajang Liga Champions pada musim 2022/2023 nanti. Jadi, Conte ingin memastikan anak asuhnya dalam kondisi kompetitif untuk bersaing. Jadi, sesi pramusim menjadi sangat penting bagi Conte.

Gian Piero Ventrone adalah otak di balik menu latihan brutal Tottenham pada sesi pramusim. Dia adalah pelatih fisik yang secara khusus di bawa Conte untuk meningkatkan kebugaran pemain Tottenham.

Di hadapan ribuan penonton di Stadion Seoul World Cup, Ventrone membuat sesi latihan yang sangat keras. Awalnya, para pemain diminta pemanasan dan rondo. Ini adalah menu pembuka yang normal.

Selain itu, ada latihan 10 lawan 10 dengan area lapangan sempit. Para pemain hanya boleh melakukan dua sentuhan bola. Lalu lari cepat 42 kali panjang lapangan. Sesi latihan digelar ketika suhu di stadion mencapai 30 derajat celcius. Benar-benar menu yang berat dan para pemain tumbang!

Banyak Yang Tumbang

Latihan keras yang disusun Conte dan Ventrone membuat pemain Tottenham terkapar. Son Heung-min dan Harry Kane yang bisa melakukan solo run bahkan menjadi ‘korban’. Mereka terkapar usai melahap menu latihan.

Padahal, Son dan Kane sudah mendapat ‘diskon’. Lantaran kembali ke kamp latihan lebih lambat, mereka hanya perlu melakukan lari 30 kali panjang lapangan. Tapi, situasi itu ternyata tidak mengurangi beban yang diterima.

“Saya seorang pelari yang cukup baik secara alami, tapi ya itu sulit. Ini adalah kerja keras, tapi ini semua adalah persiapan,” ucap pemain muda Tottenham, Troy Parrott.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button